latar cerita teks 1 latar cerita teks 2

UnsurIntrinsik adalah unsur-unsur yang secara langsung membagun sebuah teks cerita prosa rakyat. Unsur intrinsik dalam cerita Fabel dan Legenda adalah sebagai berikut : 1. Tema . 2. Alor (Plot) Alur dibagi 3 : Alur Maju, Alur Miundur, Alur Campuran. 3. Penokohan 4. Sudut Pandang . 5. Latar . Latar dibagi menjadi 3 : Latar tempat, Latar waktu penokohan latar, sudut pandang, dan amanat) dalam cerita fantasi berjudul "Pensil Ajaib" yang dibaca. 1. Faktual: Teks cerita fantasi 2. Konseptual: Unsur-unsur teks cerita fantasi 3. Prosedural: Tahap mengidentifikasi unsur-unsur teks cerita fantasi. 4. Metakognitif: Peserta didik mampu menentukan unsur-unsur teks cerita fantasi. Materipembelajaran kls VII sub tema Teks Cerita Imajinasi dengan tujuan pembelajaran : setelah proses pembeajaran diharapakan peseta didik mampu, (1) menjelaskan ciri tokoh, latar, alur, dan tema. (2) menentukan jenis cerita imajinasi, (3) menyimpulkan tokoh dan latar cerita Iamjinasi . Kegiatan pembelajaran ini menggunakan metode : tanya jawab, diskusi, wawan cara, bermain peran. Tekscerita sejarah merupakan teks yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Struktur Teks Cerita Sejarah . Orientasi, merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah. LatarLatar adalah keterangan suatu tempat, waktu dan suasana terjadinya peristiwa. Latar ada 3 sebagai berikut: 1. Latar tempat Latar tempat adalah lokasi atau pembangunan fisik yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa didalan teks cerita rakyat. 2. Latar waktu Latar waktu adalah waktu atau masa tertentu terjadinya suatu peristiwa. 3. Site De Rencontre Gratuit Comme Vivastreet. Halo Quipperian! Apakah kamu gemar berimajinasi dan ingin menuangkannya ke dalam bentuk tulisan? Jika ya, kamu perlu mempelajari materi perihal teks cerpen sehingga dapat membantumu dalam proses penulisannya. Selain itu, kita juga tahu kan bila salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sering diberikan ialah membuat cerita pendek atau cerpen? Menulis cerpen bukanlah sekadar menuliskan sebuah cerita saja. Ada beberapa kaidah atau pemahaman yang penting untuk Quipperian ketahui terlebih dahulu. Nah, di artikel kali ini, Quipper Blog akan memaparkan informasi lengkap dan penting seputar teks cerpen mulai dari pengertiannya, struktur teks cerpen, unsur keabsahan, intrinsik, dan ekstrinsik, karakteristik teks cerpen, hingga beberapa contohnya. Selamat membaca! Pengertian Teks Cerpen Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra prosa yang bersifat fiksi dan memiliki satu konflik dalam ceritanya. Berbeda dengan novel maupun novelet, cerpen memiliki isi yang lebih sedikit. Umumnya sebuah cerpen terdiri dari hingga kata di dalamnya. Karena keterbatasan tersebut, cerpen akan lebih fokus pada satu alur atau plot, karakter utama dan beberapa karakter tambahan jika diperlukan, serta penyelesaian masalah yang ringkas dan efektif. Berikut beberapa pengertian cerpen menurut para ahli yang dapat membantumu untuk memahami sebuah cerita pendek. 1. Sumardjo dan Saini Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan di manapun yang mana ceritanya relatif pendek. 2. B. Jassin Cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian. 3. Nugroho Notosusanto Cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, di mana isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri. 4. A. Bakar Hamid Cerpen atau cerita pendek seharusnya dilihat dari kuantitas kata yang digunakan, yaitu antara 500 hingga kata, terdapat plot, terdapat satu karakter, dan adanya kesan. Ciri-Ciri Teks Cerpen Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, cerpen biasanya terdiri dari hingga katan yang memerlukan waktu untuk membacanya sekitar 10-30 menit. Selain itu, cerpen juga memiliki cerita yang lebih ringkas dan fokus pada satu subjek atau tema. Lalu, cerpen biasanya berlangsung dalam satu latar dan alur yang sama sehingga konflik yang diciptakan juga akan lebih fokus. Terakhir, diksi pada cerpen biasanya juga menggunakan yang lebih sederhana atau mudah dipahami. Struktur Teks Cerpen Dalam membangun cerpen, terdapat 6 elemen utama yang penting untuk Quipperian perhatikan agar cerita pendek yang ditulis menjadi utuh. Keenam struktur teks cerpen tersebut antara lain 1. Abstrak Memberikan gambaran awal atau intisari cerita yang ingin disampaikan penulis. 2. Orientasi Memperkenalkan tokoh dan latar dalam cerpen. Latar yang dimaksud dapat berupa waktu, suasana atau kondisi, dan juga tempat. 3. Komplikasi Menyusun peristiwa yang dihubungkan dengan sebab akibat. Di tahap ini penulis memiliki tugas untuk menjaga karakter dan tokoh untuk tetap menarik minat pembaca melalui penggambaran konflik yang ada. 4. Evaluasi Memaparkan perjalanan konflik menuju klimaks untuk selanjutnya ditemukan pelariannya. 5. Resolusi Konflik sudah bertemu dengan peleraiannya dengan cara penulis mengungkapkan solusi dari cerita yang telah dibangun. 6. Koda Bagian akhir untuk penulis mengungkapkan nilai-nilai atau pesan yang ingin disampaikan pada cerpennya. Unsur Keabsahan Teks Cerpen Kepiawaian penulis dalam menuturkan cerita ke pembaca dapat kamu pelajari dan praktikkan melalui unsur keabsahan teks cerpen. Pertama, teks cerpen memerlukan penulisan deskripsi yang jelas dan efektif. Misalnya, dalam menggambarkan fisik seorang karakter, penulis dapat menuliskannya dengan kata sifat maupun perbandingan. Begitu pula dengan latar cerita, penulis dapat menggambarkan dengan perwujudan benda atau situasi yang ada. Kemudian, untuk membuat cerpen semakin efektif biasanya menggunakan kata keterangan atau frasa adverbial untuk menunjukan latar tempat atau waktu. Misalnya saat waktu pulang kantor, di sebuah desa adat, dan lain sebagainya. Penggunaan kata-kata kiasan atau konotatif juga perlu untuk dipelajari agar isi cerpen semakin menarik dan imajinatif untuk dibaca. Terakhir, cerpen juga tetap memerlukan penggunaan bahasa informal maupun semiformal yang sesuai dengan aturan PUEBI Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Unsur Intrinsik Teks Cerpen Seperti yang kita ketahui, teks cerpen juga memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya. Berikut beberapa unsur intrinsik yang perlu Quipperian ketahui 1. Tema Bersifat lebih umum untuk menandakan cerita yang ingin diangkat. Contoh, persahabatan, kisah cinta SMA, perjuangan seorang Ibu, dan lain sebagainya. 2. Latar Terbagi menjadi 3 jenis yaitu latar suasana, latar tempat, dan latar waktu. 3. Alur atau plot Jalan dari sebuah cerita. Alur dibedakan menjadi beberapa jenis seperti linier, kilas balik, dan campuran. 4. Tokoh Karakter yang diciptakan penulis dengan sudah diberikan watak, penempatan, dan dunianya sendiri. 5. Sudut pandang Bentuk penyampaian atau cara pandang si penulis buat dalam cerpennya. Unsur Ekstrinsik Teks Cerpen Setelah mengetahui unsur intrinsik pada teks cerpen, kamu juga perlu mengetahui unsur ekstrinsiknya di dalamnya. Terdapat dua hal utama yang perlu kamu ketahui dalam unsur ekstrinsik ini yakni, latar belakang dan kepengarangan. Latar belakang yang diciptakan penulis. Pada umumnya, penulis akan terinspirasi membuat cerita dari pengalaman pribadi dan lingkungan sekitarnya. Nah, untuk membuat cerpen yang baik diperlukan latar belakang yang jelas dari sisi ekonomi, sosial, politik, agama, budaya, dan ideologi. Hal ini penting untuk dibangun agar dapat memahami cerita secara komprehensif sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Selanjutnya ialah kepengarangan, yakni unsur yang ada pada sejarah hidup penulis mulai dari kondisi ekonomi, sosial, psikologi, dan aliran sastra yang digemari atau dianut. Hal-hal tersebut akan membantu kamu saat ingin menganalisis sebuah cerpen. Contoh Teks Cerpen Agar Quipperian semakin mengenal dan memahami teks cerpen, berikut adalah penggalan dari cerpen Samsara yang ditulis oleh Dewi Lestari. Nama penyu itu Endang. Saya beri nama demikian karena saya belum sempat tahu Endang itu jantan atau betina, dan nama “Endang” cukup fleksibel mewakili keduanya. Endang dengan e’ taling untuk perempuan, dan Endang versi e’ pepet untuk laki-laki. Pertemuan saya dengan Endang terjadi tanpa rencana. Saat saya ke Manado beberapa waktu lalu untuk talk show bersama seorang biksu perempuan, Ayya Santini, saya diberi tahu bahwa panitia ingin mengadakan fang shen mudita citta, pelepasan makhluk hidup sesudah makan siang, dan saya diajak ikut. Biasanya saya lebih memilih beristirahat, apalagi perjalanan ke Manado ini dimulai sejak subuh berhubung naik pesawat paling pagi. Tapi saya belum pernah ikut fang shen sebelumnya, dan saya memutuskan ikut demi pengalaman baru. Fang shen adalah salah satu puja bakti dalam tradisi agama Buddha, yakni melepaskan makhluk hidup kembali ke alam bebas. Mereka yang ingin melakukan fang shen dapat membeli ikan, atau burung, atau apa saja, yang barangkali sudah di penghujung maut karena akan dijagal, lalu melepaskan mereka kembali ke habitatnya. Fang shen dipercaya dapat membuahkan umur panjang, kebahagiaan, dan seterusnya. *** Itulah pembahasan mengenai teks cerpen mulai dari pengertian, ciri, struktur, unsur, hingga contohnya. Semoga Quipperian mendapatkan pengetahuan tambahan dari informasi bermanfaat di artikel ini, ya! Agar semakin semangat belajarnya, jangan lupa untuk tetap belajar bersama Quipper Video. Jika belum berlangganan, bisa daftar sekarang di sini!. Temukan ribuan soal dan pembahasan serta penjelasan dari tutor kece Quipper Video. Salam Quipper! MODUL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TEKS CERITA FANTASI Kelas VII SMPN/MTs DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 Tuti Arsidah, KATA PENGANTAR Alhamdulilah puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga modul pembelajaran yang berjudul “TEKS CERITA FANTASI” ini dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini dibuat sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat terutama dosen Pamong Ibu Yosi Wulandari, dan Bapak Sarno MPd. Modul ini adalah sebuah media pembelajaran yang memuat pendalaman materi tentang Teks Cerita Fantasi yang terdiri atas, materi ajar, dan latihan soal. Seain itu , modul ini juga dilengkapi dengan deskripsi KD dan Indikator Pencapaian Kompetensi. Pembuatan modul ini masih terdapat kekurangan,apabila terdapat kesalahan penulisan atau ketidak sesuaian materi penulis memohon kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan. Harapan penulis semoga modul ini dapat bermanfaat untuk pembaca. Jambi, Agustus 2022 Tuti Arsidah, 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………….2 DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………..3 KD DAN IPK………………………………………………………………………………………………….4 Kegiatan Belajar 1. Defini, Unsur-unsur, dan Jenis Teks Cerita Fantasi…………5 Materi Pembelajaran…………………………………………………………………………..5 Latihan 1…………………………………………………………………………………………….6 Kegiatan Belajar 2. Mengidentifikasi informasi dalam Teks Cerita Fantasi…. 9 Materi Pembelajaran 2………………………………………………………………………10 Latihan 2………………………………………………………………………………………… 12 Kegiatan Belajar 3. Menceritakan kembali isi teks Cerita Fantasi……………… 13 Materi pembelajaran 3…………………………………………………………………….15 Latihan 3………………………………………………………………………………………… 17 Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………… 18 . Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Nilai Karakter Cermat, tanggung jawab, bernalar kritis,percaya diri, kreatif,gotong royong, dan jujur Elemen Profil Pancasila Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan TPACK, model Discovery Learning, unsur-unsur narasi cerita imajinasidan metode ceramah, tanya jawab, serta pemberian tugas, peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-unsur cerita fantasi dengan benar serta menjunjung nilai kejujuran, tanggung jawab, bernalar kritis, gotong royong dan percaya diri. Pertemuan Kedua Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan TPACK, model Discovery Learning, dan metode ceramah, tanya jawab,serta pemberian tugas, peserta didik mampu menceritakan kembali isi cerita fantasi dengan benar serta menjunjung nilai kejujuran, cermat bernalar kritis, tanggung jawab, gotong royong dan percaya diri Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi unsur-unsur cerita fantasi yang dibaca dan didengar Pertemuan Pertama Menjelaskan informasi dari teks narasi cerita fantasi yang dibaca dan Mengidentifikasi unsur pembangun cerita fantasi yang dibaca dan Menceritakan kembali isi cerita fantasi Yang dibaca dan didengar Pertemuan Kedua Merangkum urutan rangkaian cerita fantasi yang dibaca dan Menceritakan kembali isi teks cerita yang dibaca dan 4 Kegiatan Belajar 1 Memahami Definisi, Ciri, Unsur-unsur dan Jenis Teks Cerita Fantasi Pengertian dan Tujuan teks Cerita Fantasi Teks narasi adalah bacaan berupa karangan yang menceritakan atau menjelaskan suatu peristiwa secara detail berdasarkan urutan waktu. Dalam teks narasi, cerita atau karangan yang dibuat bisa berupa kejadian yang benar terjadi atau bisa juga hanya berupa imajinasi. Biasanya, teks narasi dibuat untuk menghibur pembacanya melalui cerita. Cerita fantasi merupakan sebuah karya tulis yang dibangun menggunakan alur cerita yang normal, namun memiliki sifat imajinatif dan khayalan semata. Pada cerita fantasi, hal yang bersifat tidak mungkin merupakan hal yang biasa dan bukan hal yang aneh, bahkan sengaja dilebih-lebihkan, jika dilogikakan, tidak akan pernah terjadi di dunia nyata. Teks cerita fantasi pada dasarnya termasuk ke dalam kategori teks narasi, berupa karangan fiksi yang alur atau rangkaian peristiwa umumnya menggunakan pola sebabakibat. Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Cara berkembang cerita fantasi ini dumulai dari tahap pengenalan apa, siapa,dan di mana kejadiana itu terjadi, timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/ akhir cerita. Rangkaian cerita ini disebut alur. A. Ciri-ciri umum teks narasi cerita fantasi 1. Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi dunia imajinatif yang diciptakan penulis. Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supranatural atau futuristic. 2. Ide ceritaIde cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah gaib, supernatural atau futuristik. Contoh, pertempuran komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tkoh leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan karena tumpukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun mendatang. 3. Menggunakan berbagai latar lintas ruang dan waktu Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan seharihari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. 4. Tokoh unik memiliki kesaktian Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokoh dapat ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik. 5. Bersifat fiksi Cerita fantasi bersifat fiktif bukan kejadian nyata. Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Seperti objek cerita dari Ugi Agustono, yang ceritanya diilhami hasil observasi penulis terhadap6. Bahasa Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan bukan bahasa formal. B. Unsur-Unsur Teks Cerita Fantasi Unsur Intrinsik cerita fantasi Unsur intrinsik cerita fantasi terbagi menjadi 6 bagian, yaitu Tema, Alur, Tokoh dan Penokohan, Latar, Sudut Pandang, dan Amanat. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya sastra di dalam karya sastra itu sendiri. 1 Tema, yaitu ide yang paling mendasar yang menjadi acuan untuk mengembangkan suatu cerita. 2 Alur, yaitu jalan atau alur cerita yang berupa peristiwa-peristiwa yang tersusun dan saling berkaitan satu sama lain. 3 Tokoh dan penokohan, yaitu karekter dari pemeran atau pelaku didalam suatu cerita. 4 Latar, yaitu tempat, waktu, serta suasana yang menjadi latar belakang suatu cerita. 5 Sudut pandang, yaitu posisi pengarang dalam membawakan suatu cerita. 6 Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh pegarang sebuah cerita didalam cerita dan penokohan C. Langkah-langkah menceritakan kembali teks cerita fantasi 1. Membaca teks cerita fantasi secara utuh. 2. Mencatat hal penting dari teks tersebut 3. Merangkum urutan kejadian cerita fantasi 4. Memahami sebelum menceritakannya 8 Secara tertulis 1. Membaca dan memahami teks cerita fantasi 2. Menetukan peristiwa-peristiwa penting pada teks fantasi 3. Mengembangkan peristiwa-peristiwa tersebut dan merangkumnya dengan Bahasa sendiri Secara tulisan 1. Membaca dan memahami cerita 2. Mencatat tokoh-tokoh cerita, latar cerita dan peristiwa-peristiwa penting 3. Memperhatikan penampilan dan gerak tubuh 4. Memperhatikan intonasi, irama, lafal dan artikulasi 5. Menceritakan cerita fantasi secara runut Menceritakan kembali cerita fantasi adalah menyampaikan isi cerita fantasi secara lisan dan tulisanLembar Kerja Peserta Didik LKPD TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal KD Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi cerita fantasi/ imajinasi yang dibaca dan didengar IPK Menjelaskan informasi yang terdapat pada teks cerita fantasi Mengidentifikasi jenis teks narasi fantasi TUJUAN Setelah menjelaskan informasi yang ada pada teks, peserta didik mampu mengidentifikasi unsurunsur pembangun dan jenis teks narasi fantasi LANGKAH-LANGKAH teks fantasi berjudul “Kekuatan Ekor Biru Nagata”! karakteristik unsur-unsur pembangun cerita fantasi tersebut, kemudian tuliskan dalam kolom berikut Keajaiban yang dimunculkan dalam cerita fantasi yang berjudul kekuatan Ekor Biru Nagata” 4. Identifikasilah Jenis cerita fantasi dari kedua cerita yang berjudul Kekuatan Ekor Biru Nagata” dan “Nono Si Anak Rembulan” LKPD-1 Mengidentifikasi Karakteristik Unsur Pembangun Cerita Fantasi/Imajinasi Materi Teks Cerita Fantasi Langkah-Langkah Kegiatan 1. Bacalah teks berikut! Teks Cerita Fantasi 1 KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA Oleh Ugi Agustono Seluruh Pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana Modo akan terukir di hati seluruh binatang. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta. Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Bagata dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul-menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah meeka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari Nataga. “Serbuuuu…!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima. Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Paukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh dari pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. “Hai …! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus asa, Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatangbinantang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala. “Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga. Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada seluruh pasukan. Tiba-tiba, Nagat, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya, Mendadak ekor Nataga mengeluarkan api besar. Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigalaserigala tak berdaya menghadapi kekuatan Si Ekor Biru. Teriakan panic dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik i 10 Selesai pertempuran, Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung sengan seluruh panglima. Levo, Goros, lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia. Ugi Agustono The Little DragonLatihan 1 Lembar Kerja Peserta Didik LKPD 1 TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal bersama teman kelompokmu idetifikasilah unsur Pembangun cerita pada teks tersebut. No Unsur-Unsur Penjelasan 1. Tema 2. Tokoh Pemeran utama Pemeran tambahan 3. Latar Waktu Tempat Suasana 4. Alur Cerita 5. Sudut Pandang 6. Amanat Lembar Kerja Peserta Didik LKPD 2 TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal 2. keajaiban tokoh dan peristiwa ajaib yang dialami tokoh pada tabel berikut! Tulislah Hal Teks 1 Teks 2 Kejaiban tokoh Komodo bisa melatih anak buahnya menyerang siluman serigala Saarce si Putri Belanda yang dapat mengubah dirinya menjadi burung kenari ………………………… ….. …………………………….. …………………………….. …………………………….. Peristiwa aneh/ajaib …………………………….. …………………………….. …………… ….. …………………………….. …………………………….. …………………………….. Lembar Kerja Peserta Didik LKPD 3 TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal bukti dan alasan pernyataan yang menyatakan cerita tersebut termasuk ke dalam jenis cerita fantasi yang mana, kemudian tuliskan pada tabel berikut! Teks Kategori Alasan/bukti Cerita Fantasi 1 Latar waktu sezaman ……………………………….. Cerita fantasi total ……………………………….. Cerita Fantasi 2 Latar lintas waktu masa kini dan masa lampau ……………………………….. Cerita fantasi irisa n ……………………………….. 13Lembar Kerja Peserta Didik LKPD TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal KD Menceritakan kembali isi teks narasi cerita fantasi/ imajinasi yang dibaca dan didengar IPK Merangkum urutan kejadian/peristiwa pada teks cerita fantasi Menceritakan kembali isi teks narasi fantasi TUJUAN Setelah merangkum rangkaian kejadian/peristiwa pada teks,peserta didk mampu menceritakan kembali isi teks narasi cerita fantasi yang dibaca dan didengar LANGKAH-LANGKAH 1. Bacalah teks yang berjudul “Ruang Dimensi Alpha” 2. Identifikasilah unsur-unsur cerita fantasi berjudul “Ruang Dimensi Alpha” lalu rangkailah unsur-unsur tersebut menjadi paragraf padu /rangkuman 3. Berdasarkan isi rangkuman tersebut ceritakan kembali isi teks narasi fantasi secara berkelompok 14Teks Cerita fantasi 4 Ruang Dimensi Alpha Karya Ratna Juwita “Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam. “Aku harus membawa dia kembali!” teriakku. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. “Sistem oke!” Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. Ku klik tombol run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penUH asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba. “Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. Langkah-langkah menceritakan kembali isi teks cerita fantasi 1. Bacalah terlebih dahulu teks yang berjudul “Ruang Dimensi Alpha” secara teliti. 2. Mencatat hal-hal yang dianggap penting dari cerita tersebut seperti tokoh-tokoh dalam cerita, latar cerita dan peristiwa dalam cerita. 3. Rangkumlah urutan rangkaian peristiwa tersebut dengan mengembangkan hal-hal yang telah dicatat sebelumnya 4. Mengingat dan membuat kembali cerita tersebut dengan kata-kata sendiri. 5. Menceritakan kembali isi cerita tersebut Bersama teman kelompokmu Lembar Kerja Peserta Didik LKPD 4 Nama Kelas Tanggal No Hal-hal penting Bukti pada teks 1. Tokoh/penokohan Latar cerita tempat,waktu dan suasana 2. Peristiwa yang dialami tokoh utama 3. Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita 4. Kejadian yang mungkin terjadi didunia nyata Kejadian yang tak mungkin terjadi di dunia nyata \ 16 Lembar Kerja Peserta Didik LKPD 5 TEKS CERITA FANTASI Nama Kelas Tanggal .Berdasarkan isi jawaban drai LKPD 4 rangkaianlah urutan peristiwa tersebut menjadi rangkuman dan ceritakan kembali isi teks tersebut secara berantai! No 1. 2 3 DAFTAR PUSTAKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA,2021 Bahasa Indonesia buku siswa SMP kelas VII Kemendikbud. 2019. Bahasa Indonesia. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Aqib, Z. 2013. Model-Model Media dan Strategi Pembelajaran Inovatif. Bandung YramaWidya Dalman. 2012. Keterampilan Menulis. Jakarta PT Raja Grafindo Persada Setyaningsih, Eka, dkk. 2020. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VII. YogyakartaPT Penerbit Intan Pariwara Ima Bahasa Indonesia untuk SMP/ Penerbit Erlangga Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta Pusat Bahasa dan Balai Pustaka Sugiono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama Indonesia Fayri Ajaib/Magic Pencil Story i 18 lstilah resensi berasal dari bahasa Belanda resentie atau bahasa Latin recensio recensere, yang berarti memeriksa kembali. Dalam bahasa lnggris dikenal dengan istilah review. Semua kata itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Resensi merupakan tulisan atau informasi yang membahas, mengulas, dan memberi pertimbangan mengenai karya orang lain tentang kelemahan, keunggulan, dan kelayakan suatu karya. Karya yang biasa diresensi, antara lain buku fiksi ataupun nonfiksi, karya seni, musik, dan film. Tujuan penulisan resensi adalah sebagai berikut Memberikan informasi atau pemahaman yang mendalam tentang isi yang terdapat pada buku. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas diapresiasi oleh masyarakat atau tidak. Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang diresensi. Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum sebuah karya secara ringkas. Memberikan masukan kepada penulis berupa kritik dan saran terhadap isi buku. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan. Menguji kualitas buku dan membandingkannya dengan karya lainnya. Perbedaan antara teks 1 dan teks 2 kutipan novel di atas terdapat pada gaya bercerita penulis resensi. Teks1 diawali dengan manfaat membaca novel, yaitu kalimat "Karya Tuti Nonka ini tidak hanya bermanfaat bagi para remaja yang sedang galau memilih teman dekat". Adapun pada teks 2 penulis resensi mengawali dengan kutipan isi novel, yaitu "Tidak hanya kepada orang tua engkau harus patuh. Kalimat inilah yang sering diucapkan Anita dalam Kembang Setaman". Sehingga, perbedaan antara teks 1 dan teks 2 terletak pada gaya bercerita penulis resensi. Dengan demikian, jawaban yang tepat ialah pilihan B.

latar cerita teks 1 latar cerita teks 2